MUSYAWARAH ANGGOTA IV UKM TAEKWONDO UNS

Kamis, 28 Januari 2010 UKM Taekwondo UNS mengadakan Musyawarah Anggota (Musang) IV di Ruang Sidang lantai 3 Grha UKM, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Musang ini bertujuan untuk mempertanggungjawabkan kinerja pengurus selama satu periode kepada seluruh anggota UKM Taekwondo UNS.  Tidak hanya mempertanggungjawabkan kinerja pengurus saja, Musang kali ini juga membahas tentang AD/ART 2009 agar terjadi perbaikan Taekwondo UNS kedepannya. Musang yang dihadiri lebih dari 30 orang anggota ini juga beragendakan pemilihan ketua baru periode 2010 sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Hasil dari musyawarah anggota UKM Taekwondo UNS adalah diterimanya Laporan Pertangungjawaban pengurus UKM periode 2009  dan terpilihnya saudara Joko Tri Harsono sebagai Ketua UKM Taekwondo periode 2010. Selain itu, disahkan pula AD/ART UKM Taekwondo UNS tahun 2010. Keputusan dari Musyawarah Anggota kali ini dilakukan dengan musyawarah mufakat dengan hasil seperti di atas. Semoga hasil dari Musyawarah Anggota kali ini dapat menjadi acuan bagi seluruh anggota dan pengurus UKM Taekwondo UNS yang akan datang untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas UKM Taekwondo di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Hasil Kejuaraan Mahasiswa, Ganesha Cup IV

Tanggal 25-27 Oktober 2009 UKM Taekwondo UNS mengikuti Kejuaraan Nasional Mahasiswa, Ganesha Cup IV, ITB Bandung. Kejuaraan yang di selenggarakan di Gedung Serba Guna ITB ini di ikuti oleh lebih dari 40 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Dari Kejuaraan tersebut, UKM Taekwondo UNS berhasil membawa pulang 1 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh Bertha Nurul U, dari kelas Under 53 kg Putri. dua medali perak dipersembahkan oleh Arty Ganang Wijaya, dari kelas Under 87 kg Putra dan Galih Kusuma Cahyowati, dari kelas Under 46 kg Putri. Sedangkan medali perunggu dipersembahkan oleh Achamad Kathrasyah D, dari kelas Under 68 kg Putra dan Fransiska Putri M. dari kelas Under 57 kg Putri.

UJIAN KENAIKAN TINGKAT

Minggu, 13 Desember 2009, UKM Taekwondo UNS menjadi tuan rumah Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kota Surakarta. Ujian ini merupakan angenda Pengcab. TI Kota Surakarta yang diperuntukkan bagi Taekwondoin dari geup 10 (sabuk putih) sampai Geup 4 (sabuk biru-merah). Ujian yang bertempat di Student Center UNS ini diikuti oleh sekitar 800 peserta dari Kota Surakarta. Dalam ujian kali ini anggota UKM Taekwondo UNS yang turut serta sejumlah 111 orang.

Ada yang berbeda dari Ujian kenaikan tingkat kali ini, karena tidak hanya menguji peserta ujian, para sabuk hitam Kota Surakarta juga mempertunjukkan teknik-teknik Taekwondo, terutama tendangan. selain itu, di akhir ujian juga diberikan penghargaan kepada atlet-atlet yang tergabung dalam Tim Dragon Solo yang berhasil menjadi Juara Umum untuk kategori Junior di Kejuaraan Atmajaya Open lalu.

Semoga dalam ujian kali ini seluruh anggota UKM Taekwondo UNS lulus, dan dapat mempertanggungjawabkan perubahan tingkat sabuk yang dimiliki sehingga dapat menjadi Taekwondoin yang lebih baik lagi, baik dari segi teknik, mental maupun budi pekerti.

Kabar POMNAS Palembang

Kekhawatiran UKM Taekwondo UNS tentang pemberangkatan atlet Taekwondo UNS ke POMNAS di Palembang, 10 – 13 Oktober 2009 di Palembang benar-benar terjadi. Puput Fauziah, atlet Taekwondo UNS peraih medali emas kelas fin putri (under 46 kg putri – kelas baru) di POMDA Jateng tidak diberangkatkan ke POMNAS. Hal tersebut baru diketahui setelah ada pemberitahuan dari pihak universitas bahwa atlet Taekwondo UNS yang berangkat hanya Irbi Dhuhari.

Dengan adanya kebijakan ini, UKM Taekwondo UNS merasa dirugikan karena jatah atletnya berkurang. Setelah kita konfirmasi ke pihak universitas tentang hal ini, mereka hanya bisa menjawab “… ini sudah kebijakan dari BAPOMI Jateng, mereka yang menentukan siapa saja yang berhak mewakili Jateng di POMNAS … ”

Terus, yang kita pertanyakan sekarang ialah, “Apakah Puput sebagai pemenang POMDA Jateng tidak berhak mewakili Jateng? Lantas siapa yang berhak?” Sayang, pertanyaan itu hanya ada dalam hati… Untuk mengetahui siapa yang menggantikan Puput di kelas under 46 kg putri, kita menanyakannya pada Irbi yang telah bergabung dengan tim Jateng, dan jawaaabannya adalah…”Untuk kelas fin putri, Jateng tidak mengirimkan atlet ….” Piye, jal?

Oh ya, tentang Irbi Dhuhari, alhamdulillah dia mendapatkan medali perunggu di POMNAS Palembang, kemarin.

Untuk Puput, maaf Put, kita tidak bisa berbuat lebih. Tetap latihan dan buktikan kemampuanmu di Ganesha Cup!! Teman-teman, dukung kita di Ganesha Cup, ITB Bandung, 22-24 Oktober 2009!!!

Perbedaan Taekwondo ‘ITF’ dan ‘WTF’

(Dicuplik dengan beberapa editing dari discussion board Grup Facebook Taekwondo Indonesia, oleh Sabum Triono)

Awal Mula Taekwondo

Begitu banyak aliran bela diri yang ada sejak dulu di Korea. Beberapa yang terkenal sampai sekarang ialah TAEKWONDO ITF, TAEKWONDO WTF, HAPKIDO, KUMDO, HWARANGDO, TANGSUDO, KUKSOLWON, TAEKKYON, dan lain-lain.

Pada akhir perang kemerdekaan Korea, ada TANGSUDO yang didrikan oleh Mr. Hwang Kee. Mengingat begitu besarnya organisasi ini, banyak pihak termasuk pemerintah ingin memanfaatkannya untuk kepentingan lain, misalnya politik. Mr. Hwang yang tidak ingin TANGSUDO dikotori oleh politik akhirnya dianggap sebagai oposisi pemerintah dan akhirnya hijrah ke Amerika Serikat. Salah satu murid beliau yang terkenal adalah Chuck Norris yg sekarang mendirikan CHUN KUK DO & WCL (World Combat League)

Sepeninggal Mr. Hwang, TANGSUDO di Korea tetap berjalan. Hingga akhirnya pada tahun 1955 diadakan pertemuan besar penyatuan aliran-aliran beladiri yang ada di Korea dan disetujui dinamakan TAEKWONDO atas prakarsa Jendral Choi Hong Hi, meski ada juga beberapa aliran yang tidak berafiliasi.

Seperti halnya Mr. Hwang, dalam perkembangannya Jendral Choi juga menjadi oposisi pemerintah Korea. Beliau kemudian hijrah ke Kanada dan mendirikan ITF (International Taekwondo Federation).

Di Korea sendiri TAEKWONDO tetap berjalan dengan didirikannya WTF (World Taekwondo Federation) dengan markas besarnya Kukkiwon. Adanya TERC (semacam Litbang) di Kukkiwon menjadikan WTF telus membenahi diri, baik dalam hal organisasi maupun penyempurnaan teknik.

Apa Bedanya ITF & WTF di masa kini?

Saya tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan ITF mirip KARATE. Yang mirip mungkin hanya tingkatan sabuknya saja, itu pun diikuti oleh hampir seluruh bela diri. Grading tersebut merupakan hasil ciptaan Gichin Funakoshi (bapak Karate Shotokan). Memang benar ITF didirikan oleh Jendral Choi, seorang ahli TAEKKYON & penyandang DAN II KARATE, namun teknik-teknik ITF secara lugas terlihat berbeda dengan KARATE. Perbedaan yang mencolok terlihat dalam gerakan-gerakannya. Di KARATE, setiap gerakan menekankan Titik Berat Badan (TBB) yang linear dan tidak berubah (tidak boleh naik-turun), sebaliknya di ITF setiap gerakan terlihat mengedut-edut. Bertolak belakang bukan? Hebatnya lagi, di ITF para pelatih bisa menjelaskan setiap dasar gerakannya secara ilmiah, baik Fisika maupun Biomekanika. Wonderfull….

TAEKWONDO WTF lebih mengikuti arus perkembangan jaman di mana bela diri saat ini berfungsi sebagai lifestyle. Lihat saja anak usia superprajunior (kadet) pun bisa mengikuti pertandingan tanpa persyaratan yang terlalu berat. Syaratnya, harus mau memakai alat-alat pelindung secara lengkap. Pertandingan TAEKWONDO ITF diselenggarakan tanpa menggunakan pelindung badan, tetapi menggunakan footglove (semacam sepatu) dan handgloves. Tentu saja atlet yang bertanding harus memenuhi kualifikasi tertentu, paling tidak si atlet telah berlatih intensif dan lebih makan waktu, sehingga siap bertanding tanpa pelindung.

Secara umum, ITF lebih menonjolkan sisi self defence dan menjaga tradisi serta pakem-pakem teknik dasar (taekwondo), sedangkan WTF lebih menonjolkan lifestyle, terutama teknik-teknik (yang digunakan) dalam pertandingan, serta selalu ada perkembangan terbaru mengenai teknik-tekniknya. Sejak tahun 1972 seragam TAEKWONDO WTF diubah, dari seragam yang mirip Karategi menjadi seragam yang diilhami baju tradisional Korea (Han Do Bok).

Catatan: terima kasih kita ucapkan kepada Sabum Triono atas informasi mengenai hal ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan tentang Taekwondo bagi masyarakat umum pada umumnya, dan terutama bagi para Taekwondoin.

Tangan Terlalu Mudah

Pada suatu sore, di dojang Taekwondo. Seperti biasa, sabeumnim (pelatih kepala) memberikan penjelasan mengenai latihan yang telah diberikan pada murid-murid  (sonbae) barunya. Setelah menjelaskan panjang lebar, ada seorang murid yang benar-benar ‘baru’ bertanya dengan polosnya.

Sonbae: “Sabeumnim, kenapa sabeumnim terus-menerus melatih kami untuk menendang? Kenapa tangan kita tidak pernah dilatih? Memukul misalnya, atau membanting, atau yang lain? Bukannya taekwondo berarti seni beladiri yang menggunakan kaki dan tangan?”

Sabeumnim: “Ya, taekwondo memang artinya seperti itu. Saya kelak juga akan melatih tangan kalian untuk membela diri.”

Sonbae: “Tapi kapan? Lagian kalau saya lihat pertandingan taekwondo, tidak pernah sama sekali taekwondoin menggunakan tangannya.”

Sabeumnim: “Oh, jadi itu yang kau permasalahkan?”

Sonbae: “Iya, sabeumnim.”

Sabeumnim: “Kalau masalah itu, coba kau pikir! Menggunakan tangan itu terlalu mudah untuk merobohkan lawan, jadi kita menggunakan kaki.”

(Sorry,this is for joke, bro!)

UNS Expo 2009

UKM Taekwondo UNS ikut berperan aktif dalam UNS Expo 2009. UNS Expo ialah kegiatan sosialisasi dan promosi organisasi-organisasi kemahasiswaan tingkat universitas di Universitas Sebelas Maret (UNS). UNS Expo sendiri telah diadakan sejak tahun 2003 dan diadakan tiap tahun untuk menyambut mahasiswa baru. Sejak tahun pertama diadakan, UKM Taekwondo UNS selalu berpartisipasi.

Tahun ini UNS Expo kembali diselenggarakan, tentu dengan keikutsertaan UKM Taekwondo UNS. Pada kegiatan yang berlangsung antara 31 Agustus hingga 4 September 2009 ini, tim demonstrasi UKM Taekwondo UNS memperagakan gerakan-gerakan dasar taekwondo (jase), menendang target, hosinsol, dan taeboo (taekwondo dance). Sambutan yang meriah diberikan oleh peserta, mahasiswa baru UNS angkatan 2009.

Hasil POMDA

Semarang, 7 Agustus 2009

UKM Taekwondo UNS berhasil meraih 2 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu dalam even Pekan Olah Raga Mahasiswa Daerah Jawa Tengah. Pada “pesta olah raga mahasiswa se-Jateng” yang dilangsungkan di Unnes Semarang tersebut, UKM Taekwondo UNS menurunkan 7 atlet yang semuanya membawa pulang medali.

Medali emas masing-masing disumbangkan oleh Irbi Dhuhari (Bantam Putra) dan Puput Fauziah (Fin Putri), medali perak oleh Eko Saputro (Fin Putra), Handayu (Welter Putri) dan Achmad Kathrasyah (Feather Putra), sedangkan medali perunggu oleh Ika Artinda L. (Fly Putri) dan Candra Vionela (Middle Putri).

Sedianya pemenang dari masing-masing kelas (dalam hal ini dari UKM Taekwondo UNS, Irbi Dhuhari dan Puput Fauziah) akan secara langsung diberangkatkan pada POMNAS di Palembang, namun pihak BAPOMI Jateng akan mengadakan seleksi lanjutan.

Janji Taekwondo Indonesia

Setiap taekwondoin Indonesia wajib mengamalkan Janji Taekwondo Indonesia.

Janji Taekwondo Indonesia:
 1. Menjunjung tinggi nama bangsa dan negara Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
 2.  Mentaati azas-azas Taekwondo Indonesia.
 3.  Menghormati pengurus, pelatih, senior, dan sesama Taekwondoin dalam mengembangkan Taekwondo Indonesia.
 4. Selalu berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam menjaga nama baik Taekwondo Indonesia.
 5. Menjadi pembela keadilan dan kebenaran.

Atlet-atlet Taekwondo UNS lolos ke Pomda Jateng

Inilah atlet-atlet yang lolos ke Pomda Jateng, setelah lolos seleksi POM Rayon pada 13 Mei 2009:

Kelas

Putra

Putri

Fin

Eko Saputro

Galih Kusuma Cahyowati

Fly

-

Puput

Bantam

Irbi Dhuhari

Ika Artinda Lustiani

eather

Achmad Kathrasyah D.

Fransiska

Light

-

-

Welter

-

-

Middle

-

Handayu Ganitafuri

Heavy

-

-