Sejarah Taekwondo

TAEKWONDO

Taekwondo terdiri dari kata tae berarti kaki (menghancurkan menggunakan teknik tendangan), kwon berarti tangan (mengahantam dan mempertahankan diri menggunakan teknik tangan, dan do yang berarti seni/cara mendisiplinkan diri). Jadi, secara sederhana Taekwondo berarti cara mendisiplinkan diri/seni bela diri yang menggunakan kaki dan tangan kosong.

Merupakan sebuah seni bela diri yang berasal dari modifikasi dan penyempurnaan berbagai seni bela diri tradisional bangsa Korea. Sejarah Taekwondo dimulai sejak 57 SM, ketika kerajaan Koguryo, Paekje dan Silla berkuasa di Semenanjung Korea. Ketiga kerajaan tersebut masing-masing mempunyai ksatria tangguh yang digunakan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Para ksatria tersebut tentunya dibekali dengan seni ilmu bela diri yang pada saat itu dikenal dengan nama subak atau sering disebut juga dengan nama taekkyon. Ketika Dinasti Koryo (918-1392 Masehi) menguasai semenanjung Korea, taekkyon berkembang sangat pesat sehingga dijadikan sebagai salah satu ujian masuk ketentaraan kerajaan.

Taekkyon/subak mengalami kemunduran yang cukup signifikan ketika Dinasti Chosun (1392-1910 Masehi) berkuasa di Semenanjung Korea. Pada saat itu, kerajaan melakukan modernisasi tentaranya menggunakan senjata api. Hal tersebut diperparah oleh runtuhnya Dinasti Chosun dan Jepang menjajah daerah tersebut. Pada saat penjajahan Jepang (1910-1945 M), semua kesenian dan kebudayaan rakyat (termasuk taekkyon) dilarang dipertunjukkan dan diajarkan.

Korea akhirnya memperoleh kemerdekaan pada tahun 1945. Kesenian dan kebudayaan rakyat Korea mulai bangkit kembali. Pada masa penjajahan Jepang, ternyata para ahli seni bela diri mengajarkan ilmunya secara sembunyi-sembunyi. Para pengikutnya mulai membuka diri dengan mendirikan perguruan seni bela diri pascapenjajahan Jepang. Berbagai perguruan seni bela diri banyak bermunculan. Hubungan dan kerja sama yang baik antarperguruan seni bela diri, serta menguatnya rasa persatuan pada masa itu, mereka memutuskan untuk bersatu menggunakan nama Taekwondo pada tahun 1954.

Taekwondo sempat berganti nama menjadi Taesoodo pada 16 September 1961, namun kembali menjadi Taekwondo dengan terbentuknya organisasi nasional taekwondo, Korea Taekwondo Association (KTA) pada 5 Agustus 1965. Taekwondo semakin berkembang dengan bergabungnya KTA dalam keanggotaan Korean Sport Council. Taekwondo semakin diakui oleh pemerintah Korea dengan menjadikannya sebagai olah raga wajib bagi tentara dan polisi Korea, serta menjadikannya sebagai olah raga nasional Korea. Untuk lebih mengembangkan Taekwondo, pada 1972, Kukkiwon didirikan sebagai markas besar Taekwondo. Perkembangan Taekwondo tidak hanya terjadi di dalam negeri, melainkan juga di mancanegara. Pada akhirnya, untuk mewadahi olah raga bela diri tersebut di Seoul, Korea Selatan didirikanlah The World Taekwondo Federation (WTF) pada 28 Mei 1973. Kini, Taekwondo telah tersebar ke lebih dari 160 negara, dan telah dipertandingkan secara resmi di perhelatan olah raga terakbar di dunia, Olimpiade, sejak tahun 2000 di Sydney, Australia.

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)