Tangan Terlalu Mudah

Pada suatu sore, di dojang Taekwondo. Seperti biasa, sabeumnim (pelatih kepala) memberikan penjelasan mengenai latihan yang telah diberikan pada murid-murid  (sonbae) barunya. Setelah menjelaskan panjang lebar, ada seorang murid yang benar-benar ‘baru’ bertanya dengan polosnya.

Sonbae: “Sabeumnim, kenapa sabeumnim terus-menerus melatih kami untuk menendang? Kenapa tangan kita tidak pernah dilatih? Memukul misalnya, atau membanting, atau yang lain? Bukannya taekwondo berarti seni beladiri yang menggunakan kaki dan tangan?”

Sabeumnim: “Ya, taekwondo memang artinya seperti itu. Saya kelak juga akan melatih tangan kalian untuk membela diri.”

Sonbae: “Tapi kapan? Lagian kalau saya lihat pertandingan taekwondo, tidak pernah sama sekali taekwondoin menggunakan tangannya.”

Sabeumnim: “Oh, jadi itu yang kau permasalahkan?”

Sonbae: “Iya, sabeumnim.”

Sabeumnim: “Kalau masalah itu, coba kau pikir! Menggunakan tangan itu terlalu mudah untuk merobohkan lawan, jadi kita menggunakan kaki.”

(Sorry,this is for joke, bro!)

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)